BOMBANA, SULAWESI TENGGARA — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) Kelompok 09 di Desa Lombakasih, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Di tengah kehidupan masyarakat desa, mereka hadir membawa gagasan, tenaga, dan semangat kolaborasi untuk menghadirkan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pengabdian itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyusunan Profil Desa Lombakasih, edukasi menabung bagi siswa sekolah dasar, bakti sosial, penataan fasilitas desa, hingga keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan dan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi mahasiswa, KKA menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya belajar dari teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, bekerja dalam tim, beradaptasi dengan lingkungan, serta mengambil bagian dalam persoalan dan kegiatan yang ada di desa. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan energi untuk menjalankan berbagai kegiatan bersama.
“Kehadiran kami di Desa Lombakasih bukan sekadar untuk melaksanakan kewajiban KKA, tetapi menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui penyusunan profil desa, edukasi menabung, kegiatan kebersihan, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan masyarakat, kami berharap setiap program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi Desa Lombakasi,” Ucap Fasril.
Adapun beberapa program yang dilaksanakan KKA Kelompok 09 selama menjalankan KKA di Desa Lombakasi meliputi penyusunan Profil Desa, edukasi “Mari Menabung” bagi siswa sekolah dasar, kegiatan Jumat Bersih, pengecatan fasilitas umum, pembuatan dan pemasangan papan nama serta peta desa, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
1. Profil Desa: Menata Data, Membuka Jalan bagi Pembangunan
Salah satu program utama yang menjadi fokus KKA Kelompok 09 adalah penyusunan Profil Desa Lombakasih. Program ini berangkat dari kebutuhan untuk menghimpun dan menyusun informasi mengenai kondisi desa secara lebih terstruktur. Mahasiswa berkoordinasi dengan pemerintah desa, melakukan observasi dan wawancara dengan aparat maupun masyarakat, kemudian mengolah berbagai informasi yang diperoleh menjadi sebuah profil desa.
Profil tersebut memuat gambaran mengenai kondisi wilayah, potensi sumber daya, fasilitas, infrastruktur, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Lombakasi. Tidak berhenti pada penyusunan data, mahasiswa juga menghadirkan peta desa dan video profil sebagai media informasi. Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan kondisi serta potensi Desa Lombakasih sekaligus menjadi bahan pendukung bagi pemerintah desa dalam evaluasi dan perencanaan pembangunan. Dengan demikian, program profil desa tidak hanya menghasilkan sebuah dokumen, tetapi juga meninggalkan fondasi informasi yang dapat dikembangkan dan diperbarui sesuai kebutuhan desa.
2. Menanam Kebiasaan Menabung Sejak Bangku Sekolah
Di bidang pendidikan, KKA Kelompok 09 menghadirkan program “Mari Menabung” di SDN 100 Lombakasi. Program tersebut menjadi upaya sederhana untuk memperkenalkan literasi keuangan kepada anak-anak sejak usia dini. Mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya menabung dan berhemat dengan materi yang disesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman mereka. Antusiasme siswa menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut. Bagi mahasiswa, interaksi bersama anak-anak juga menjadi pengalaman tersendiri dalam menyampaikan pengetahuan dengan cara yang sederhana, komunikatif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang dibawa pun sederhana: kebiasaan mengelola uang tidak harus menunggu dewasa. Pendidikan mengenai menabung dapat dimulai dari hal kecil dan dibangun secara konsisten melalui lingkungan sekolah maupun keluarga.


3. Jumat Bersih, Merawat Lingkungan dan Menguatkan Kebersamaan
Semangat pengabdian Mahasiswa KKA Kelompok 09 juga terlihat melalui kegiatan bakti sosial dan kebersihan lingkungan. Mahasiswa bersama masyarakat melakukan kegiatan kebersihan di sejumlah fasilitas umum, seperti masjid, lapangan, balai desa, serta lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan warga.
Gotong royong menjadi nilai penting yang terus hidup di Desa Lombakasih. Karena itu, kegiatan kebersihan menjadi lebih dari sekadar aktivitas fisik. Di dalamnya terdapat komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat.


4. Dari Balai Desa hingga Lapangan, Fasilitas Publik Ikut Diperhatikan
Kontribusi KKA Kelompok 09 Desa Lombakasih juga menyentuh aspek fasilitas desa. Mahasiswa turut melakukan pengecatan Balai Desa Lombakasi agar terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan. Perhatian juga diberikan kepada fasilitas olahraga melalui pengecatan tribun dan lapangan voli di Desa Lombakasi.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar. Merawat fasilitas yang digunakan bersama, menjaga kebersihan, dan memperbaiki hal-hal sederhana juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan tempat mahasiswa melaksanakan pengabdian.


5. Menghidupkan Semangat Kemerdekaan Bersama Masyarakat
Kehadiran mahasiswa semakin menyatu dengan masyarakat ketika KKA Kelompok 09 turut terlibat dalam berbagai kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa membantu kepanitiaan Putih Gold Cup I 2026 serta terlibat dalam pelaksanaan berbagai perlombaan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpul bagi warga sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, silaturahmi, sportivitas, kebersamaan, dan gotong royong.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa KKA Kelompok 09, panitia, hingga pemerintah Desa Lombakasi. Antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, menjadi salah satu warna utama dalam kegiatan tersebut. Di tengah suasana perlombaan, batas antara mahasiswa dan masyarakat seolah semakin cair. Lapangan desa menjadi ruang bersama tempat warga berkumpul, bersorak, dan merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.


6. Membangun Identitas Desa melalui Informasi yang Lebih Terarah
Selain profil dan berbagai kegiatan sosial, KKA Kelompok 09 turut memberikan perhatian pada aspek informasi dan identitas desa.
Pembuatan serta pemasangan papan nama dan peta desa menjadi salah satu bentuk kontribusi yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat. Kehadiran papan informasi dan peta desa yang lebih jelas dapat membantu masyarakat maupun pihak luar mengenali wilayah, fasilitas, serta lingkungan yang ada di Desa Lombakasih.
Hal tersebut sejalan dengan semangat penyusunan profil desa yang tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga bagaimana informasi mengenai desa dapat disajikan secara lebih tertata, jelas, dan mudah dipahami. Dengan adanya peta desa yang terpasang, masyarakat juga dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai wilayah dan lingkungan Desa Lombakasih.


7. Lombakasih dan Potensi yang Terus Dikembangkan
Desa Lombakasih memiliki karakter pedesaan dengan berbagai potensi sumber daya lokal. Pertanian menjadi salah satu aktivitas utama masyarakat dengan komoditas padi dan jagung. Selain itu, desa juga memiliki potensi usaha budidaya walet. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan desa ke depan. Karena itu, pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan program selama berada di lokasi, tetapi juga diarahkan agar hasil kegiatan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Profil desa, misalnya, diharapkan dapat terus diperbarui dan digunakan sebagai referensi dalam evaluasi maupun perencanaan pembangunan. Sementara edukasi menabung diharapkan dapat diteruskan melalui peran sekolah dan keluarga sehingga kebiasaan baik yang diperkenalkan kepada siswa tidak berhenti setelah kegiatan mahasiswa selesai.
8. Ketika Pengabdian Dibangun Bersama
Seluruh rangkaian kegiatan KKA Kelompok 09 tidak dapat dilepaskan dari dukungan pemerintah Desa Lombakasih dan masyarakat. Mulai dari pengumpulan data desa, kegiatan pendidikan, bakti sosial, perawatan fasilitas, hingga kegiatan kemasyarakatan, semuanya membutuhkan komunikasi dan kerja sama.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana sebuah program tidak cukup hanya dirancang dengan baik, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Lombakasih menjadi salah satu kekuatan yang membuat berbagai kegiatan dapat terlaksana dengan baik. KKA Kelompok 09 mencatat bahwa dukungan, bimbingan, dan bantuan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan seluruh program.
9. Bukan Tentang Berapa Lama Tinggal, tetapi Apa yang Ditinggalkan
Pada akhirnya, perjalanan KKA Kelompok 09 di Desa Lombakasi bukan hanya tentang program yang telah dilaksanakan. Ada data desa yang ditata, ada anak-anak yang dikenalkan pada pentingnya menabung, ada lingkungan yang dibersihkan, fasilitas yang dirawat, kegiatan masyarakat yang dibantu, serta kebersamaan yang terbangun selama proses pengabdian.
Semua itu menjadi bagian dari cerita yang mungkin sederhana, tetapi memiliki makna tersendiri. KKA menjadi pertemuan antara ilmu dan kehidupan nyata. Mahasiswa datang membawa pengetahuan, tetapi masyarakat memberikan pengalaman yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh dari ruang kelas.
Dari Desa Lombakasi, KKA Kelompok 09 UM Kendari membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman akademik. Mereka membawa pelajaran tentang kebersamaan, tanggung jawab, kerja keras, dan arti hadir di tengah masyarakat. Sebab pada akhirnya, pengabdian bukan tentang seberapa banyak yang dapat diberikan dalam waktu singkat, melainkan tentang seberapa jauh kehadiran tersebut mampu meninggalkan manfaat dan semangat yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat.