Membangun Peradaban Tanpa Kekerasan, KKA UMK Desa Watumentade Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Watumentade, 2026– sekolah sejatinya adalah rahim kedua bagi tumbuh kembang manusia, tempat dimana benih-benih kebaikan dan cita-cita disemai. Menyadari pentingnya menjaga kesucian ruang belajar dari tindakan kekerasan, Kelompok Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Desa Watumentade menggelar sosialisasi edukatif bertajuk Stop Bullying dan Wujudkan Sekolah Ramah Anak bersama Siswa-Siswi SMP Negeri 27 Watumentade, Kecamatan Rorowatu Utara, Kabupaten Bombana.

Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan moral untuk mengembalikan hakikat sekolah sebagai ruang aman yang memanusiakan manusia. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif para siswa diajak menyelami makna empati, memahami batasan perilaku perundungan serta menyadari betapa dalam luka psikologis yang di akibatkan oleh luka verbal maupun fisik.

Podcast & Dokumenter
Nalar Juang
Kemana Nalar Muda Hidup, Zaman Terang
Tonton Nalar Juang →

Moh. Rasya Anggota KKA Menekankan bahwa perundungan kerap kali bersembunyi dibalik dalih gurauan yang mengikis kemanusiaan.

“pencegahan perundungan bukan sekedar aturan formal, tetapi itu adalah panggilan moral untuk menjaga martabat sesama. Sekolah Harus menjadi tempat dimana setiap anak merasa dihargai tanpa takut”, Ujar Moh. Rasya

Ia menambahkan bahwa luka yang di timbulkan dari tindakan Bullying hanya akan merusak ras percaya diri dan mematikan potensi besar potensi besar yang dimiliki oleh generasi. Oleh karena itu, membangun keberanian untuk bersuara adalah kunci utama mumutus rantai kekerasan tersebut.

“Setiap anak adalah jiw unik dengan potensi luar biasa. Menghentikan Bullying adalah langkah awal mewujudkan ruang tumbuh yang penuh kasih dan kepedulian. Ketika satu anak berani berkata ‘STOP’ pada kekerasan, maka ia sedang menyelamatkan masa depan generasi pendidik bangsa”, Pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, Kelompok KKA Desa Watumentade berharap benih empati dan persaudaraan yang telah di tanamkan dapat berakar kuat di SMP Negeri 27 Rorowatu Utara, serta menciptakan atmosfer pendidikan yang inklusif, aman dan berkeadilan bagi seluruh siswa.